menjadi akrab
Beberapa luka tidak membuat seseorang menjadi lebih kuat. Mereka hanya membuat hati dan otak belajar menghadapi rasa sakit dengan cara yang berbeda. Bukan karena perihnya telah berkurang, melainkan karena pengalaman mengajarkan bahwa tidak semua luka dapat dilepaskan dengan cara yang sama. Ada yang mengalir sebagai air mata, ada yang menetap sebagai keheningan. Dan ketika rasa yang sama datang berulang kali, hati dan isi pikir perlahan belajar menanggungnya tanpa banyak suara. Pada awalnya, luka datang bersama air mata. Ia Menangis karena masih percaya bahwa rasa sakit itu tidak seharusnya terjadi. Masih ada harapan bahwa keadaan akan berubah, bahwa seseorang akan mengerti, bahwa suatu hari semuanya akan membaik. Namun ketika datang berulang kali dari tempat yang sama, sesuatu perlahan berubah. Yang tersisa hanya perasaan berat yang tidak memiliki bentuk. Dada yang terasa berat tanpa alasan yang bisa dijelaskan, tenggorokan yang terasa penuh. Pikiran terus berjala...