Jarak Jauh
Terasa sulit jika dibayangkan, namun pada nyatanya ini tak
sesulit dengan apa yang terbayangkan.
Pacaran jarak jauh memang tidak mudah, namun tidak semudah
begitu saja. Tidak semudah embun pagi yang mentes pada ujung dedaunan, tetapi
dengan pacaran jarak jauh mampu menciptakan suatu rindu yang utuh serta
pertemuan yang penuh dengan makna.
Ada satu hal yang sangat luas untuk didefinisikan, ialah perasaan. Perasaan tak mampu ditemui dan dapatkan di gerai apapun, sejatinya perasaan datang dari hati. Perasaan hadir bukan untuk dimainkan seenak hati. Begitu juga dengan pacaran jarak jauh, bukanlah sebuah permainan. Bukan seperti permainan petak umpet; hilang akan dicari, jika hadir akan begitu saja diacuhkan. Bukan.
Percaya dan komunikasi menjadi kunci utama dari suatu
hubungan jarak jauh.
Bagaimana tidak, kamu harus mempercayai kalimat atau hal
yang sedang dilakukan orang yang kau anggap rumah hanya lewat chat atau telpon saja, terlampau jarak
puluhan kilo atau bahkan ratusan kilometer.
Banyak hal yang dipertaruhkan ketika menjalani pacaran jarak
jauh. Tidak ada kepastian untuk menjadi selamanya dan bahagia di masa depan,
belum lagi pikiran-pikiran negatif yang selalu mengganggu pikiran. Namun,
nikmati saja prosesnya. Yakin menjadi satu-satunya untuk orang itu.
Hebatnya, pacaran jarak jauh ini selalu membuat pertemuan
yang akan terjadi menjadi sangat istimewa, menjadi saling menghargai waktu bersama,
juga menghargai satu sama lain.
Tetapi anehnya, pada moment tersebut mengapa waktu terasa
berputar lebih cepat dari biasanya?
Pacaran jarak jauh bukan tentang bagaimana cara untuk memeluk
jarak saja, tapi memeluk diri sendiri. Supaya tidak ada tangan lain yang memeluk mendekat
saat seseorang tersebut jauh, juga meyakini diri sebagai orang yang
patut untuk dipercaya karena yakin dia juga menjaga hati untukmu disana.
Banyak orang tertawa perihal menjalani pacaran jarak jauh
ini. Contohnya, saya memiliki teman dekat dia selalu menertawakan temannya yang
menjalani pacaran jarak jauh. Katanya hanya buang-buang waktu saja, seperti
pacaran dengan ponsel pintar saja yang disebut pacaran online. Benar juga. Tapi tidak membuang-buang waktu, bahkan menanti
saat yang tepat untuk suatu pertemuan yang telah direncanakan artinya dalam
setiap menjalani kegiatan sehari-hari terselip menabung rindu setiap harinya.
Hal yang terasa sangat menyakitkan saat pacaran jarak jauh,
ialah ketika sulitnya memahami keadaan dan situasi satu sama lain. Belum lagi
bumbu-bumbu kecurigaan yang selalu mengampiri pikiran, rindu menggebu yang
menginginkan suatu pertemuan namun semesta belum berpihak, belum lagi ketika
terjadi permasalahan dan sulitnya memahami ego masing-masing yang tidak mau
mengalah. Tentunya banyak lagi hal lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu.
Satu hal yang terpenting ialah, ada perasaan teramat dalam dan terlampau panjang yang akan sangat disayangkan jika dikalahkan oleh jarak
yang memisahkan.
Sampai jumpa kembali.
Komentar
Posting Komentar